GEDSC DIGITAL CAMERASebagian orang pasti menginginkan kebutuhan selama hidup terpenuhi tanpa harus bekerja keras, tidur-tiduran dirumah semuanya sudah tersedia begitu saja, betul bisa jadi ketika anda lahir dari benih keluarga Hilton, anda bisa menjadi Sosialita seperti Paris Hilton, atau anda terlahir dari rahim Ratu Elizabet bla bla bla bla… Sang Ratu dari inggris atau paling tidak terlahir sebagai anak seorang Koruptor di indonesia, di jamin anda juga pasti akan “sedikit” bisa berfoya foya sebelum ditangkap KPK itu pun sebelum KPK di bubarkan karena terlalu banyak “menyakiti” para pejabat yang merasa telah berjuang untuk anak istri dan kolega-koleganya. huahahhaaa… judul apa isinya ehh curhat…..

Oh ia, terkadang ketika kita bekerja belum sepenuhnya paham tentang hakikat sebagai seorang pekerja, apa saja tanggung jawab saya dan tentunya sejauh mana saya tetap bertahan, banyak cerita goblok atau bahkan sungguh terlalu, ketika “ngobrol” atau bahasa orang singaparah; interpiuuuu (baca : interview), sering ketika ditanya kemarin kerja dimana ? oh saya kerja di Perusahaan A sebagai bla bla,, terus di perusahaan B sebagai bla bla… terus saya liat bapak sudah bekerja selama 10 tahun di perusahaan terakhir kok sekarang menganggur ? ia lagi habis kontrak katanya nunggu di panggil kalau dapat proyek lagi, ouhhh …. cuma itu yang saya bisa bilang.

terus sekarang bapak melamar dengan Gaji Berapa ? yah kalau bisa sih gak terlalu jauh dari terakhir saya bekerja kemarin, karena sekarang kebutuhan pada naik, belanja pasar juga semua harga pada naik semua, and bla bla bla bla….. blaa blaall lagi lagi blaa blaaaaaa blaaa……….. pengen bilang saya juga hidup di Indonesia bro, negara yang orang ber KTP islamnya banyak, Ulamanya banyak, + sekalian juga koruptor dan malingnya juga banyak.. bahkan dengan ente cuma beda kecamatan itupun masih satu jalur transportasi utama atau paling tidak masih satu pasar’nya kita, ahhh susah kali pun kau ngomongnya masih satu batam nya kita laeee…

So itu jawaban gak salah, cuma pengalaman saya jadi pembantunya pembantu atau buruhnya buruh, gaji sangat ditentukan oleh terlalu banyak faktor, simpelnya di perusahaan lama sudah bekerja 10 tahun so wajar gaji segitu, di perusahaan baru boleh aja hampir sama asal kerja andapun bisa seperti karyawan yang sudah 10 tahun bekerja disini.

ehhmm… itulah saya kadang gagal paham tentang bagaimana menentukan besaran gaji. bahkan termasuk menentukan gaji saya sendiri Pun tidak pernah bisa mengukur berapa sebenarnya saya harus di gaji, Just Info : nama saya tidak ada dalam absen kehadiran tapi saya tiap hari ada dan nongol so, gaji saya hampir separoh dari yang tertulis namanya di absen. Maksudnya apa yah ??? ahhh judulnya aja gagal paham….

so, saya hanya pengen bercerita sambil ketawa dan mungkin juga akan menangis (dalam hati tentunya…. ) saat ini setelah ditinggal pergi Mbak Dona-Nya Bang Ijal semuanya saya jadi kerja sendiri-An.. pagi pagi urus timesheet, tentunya Jumpa ibu Helena… siang urus form OT, Urus Induction, itu sih rutin dan Cement, tapi yang Ngemesin tiba-tiba ditelpon, Ar After Lunch Kita meeteng Nagoya Laporan Total Invoice, dan Profit Margin S.O bulan September, apa kepala gak langsung tuing tuingggggg,, kapan ada waktu ngerjainnya ????, so Besok Ar laporan estimasi pengeluaran September dan Oktober sudah harus Final, jangan lupa nanti buat dua rangkap company profile yah langsung jilid, nanti jam 4 ada karyawan baru tolong di prepared yah… masih mau tanya saya kerjanya apa ? ngurus perusahaan yang gimana ? ahh… sudah saya bilang saya gagal paham…..

kadang cemburu juga ke tetangga kamar OOM, Mas Bang Marsel, ketika sudah pulang kerumah sudah langsung masuk ke dunia lain, ngorok + liuran di atas kasur sampe pagi, lah saya pulang kerja, malah nulis-nulis di jidat, besok induction siapa, karyawan baru berapa orang, apa yang harus siap pagi, progress proyek bla blaaa sampai dimana, invoice kapan masuk, gaji siapa yang belum terbayar, so beberapa minggu ini rasanya tidak pernah tidur mati (ehehehhe seperti : ), selalu mau pengen pagi cepat pengen selesain masalah yang masih tertunda, cepat2 foto Kapal Vallianz 284 yang sudah 1 minggu siap tapi belum juga buat progressnya atau Work done (istilah bu Natalia Nugroho, yang sekarang makin cantik dengan potongan rambut ala Brimob)…. apalagi invoicenya, belum lagi sederet laporan tertunda, Laporan keuangan bulan July, Agustus, September sama sekali belum di Input ke Myob, so dengan semua beban pekerjaan yang ada saya rasanya percaya dengan apa kata-kata Pak Ali Akbar Safety Bin Sahabuddin, ini dia penampakannya :

“Gimana mau siap kerjaan saya, belum lagi selesai ini itu, disuruh lagi itu ini, belum siap itu ini di suruh lagi ke Kapal, Gak bisa fokus saya kerja pak makanya gak bisa selesai kerjaan itu”.

itu juga sebenarnya dialog saya ketika saya masih jombloh merana seperti beliau Pak Ali Safety ini, sebab pekerjaan paling enak adalah Mengeluh padahal itu tidak menyelesaikan masalah tohhh…………..

So saya kadang masih bersyukur, bahwa dengan banyaknya pekerjaan yang harus saya selesaikan maka berarti saya di uji dan dipercaya oleh orang lain untuk tingkatan kelas yang lebih tinggi lagi.

selalu terngiang memang ditelingaku “pidato rutin Ibu Nuning Sagita, setiap ada kesalahan….

“Kamu Tuh ar Cengeng, setiap kerjaan pasti ada aja salahnya, bahkan kesalahan yang tidak masuk di akal, coba bandingkan dirimu yang kerja ngurusin cuma 1 Perusahaan aja, itu juga paling banyak 200 orang, hitung coba aku, ngurusin kamu dan semua tetangga tetanggamu itu, bisa 5 kali lipat kerjaanku dibanding kamu, beres beras aja tuh. kamu tuh kerja kok Songong”

Akhhhhhhh…………. setiap hari saya kadang tertawa dengan diriku yang hampir ganteng ini, dulu betapa kagetnya saya ketika disodori kertas warna kuning yang seperempat dari ukuran kertas A4 oleh ibu siapa yah, ehhmm kayaknya ibu itu deh yang kalau senyum manis banget, (weekek emang pernah liat senyum ? yang ada senyum sinis kaleee… (kalian itu buat perusahaan harus punya modal, jangan tiap bulan berharap payment dari USP) itu sih kata-katanya yang mencabik-cabik jiwaku, bukannya di invoice itu term 30 hari ? jadi gak kebalik tuh yang harus punya duit saya apa ………. ahh sudah lah).  disuruh ngurus PPH29 yang periode tahun 2012 ke kantor pajak, dan betapa kagetnya saya ketika disodorin sebuah memo untuk mendapatkan Kertas Kuning (yang ternyata bukti setoran Pajak pph29), harus buat laporan keuangan, terus laporan keuangan di dapat dari laporan akuntansi, terus bla bla blaaa………… intinya saya harus bisa buat laporan keuangan, tuingg,,, saldo, debet, kredit, neraca, buku besar, laba rugi and bla bla blaa….. dulu pernah belajar tapi sebelum merdeka,, waktu duduk di bangku SD nyontek belajar akuntansinya sama Anwar dan Wandi, makanya nilainya B… hhhaa kapokkkk… Untungnya ada ibu Rachmayanti Tihan S.Pd yang ajarin akuntansi + Myobnya… thanks yah sudah berbagi ilmu denganku…. Semoga Ibu selalu disayang tuhan, hehehehehe tapi jangan di panggil cepat-cepat ya Allah… masih banyak yang mau liat senyumannya.. huahahahaa

Jadi bagaimana dong, Perusahaan ini harus buat laporan keuangan, akhirnya cari info pembuatan PPH29 itu, paling murah 12 Juta itupun harus lengkap data-datanya, tinggal buatkan laporan akuntansi dan pengisian form perpajakan aja. so bagus saya belajar sendiri dan alhamdulillah sampai sekarang sudah bisa menggunakan Myob berkat tantangan itu, CAtatan : laporan pajaknya juga sudah diterima, seneng banget gak sampai habis 12 juta kok + saya dapat ilmu akuntansi juga lagi.

Ini kata Motivator T. Dasem Waringin

Banyak hal yang memang tidak menyenangkan dalam kegiatan sehari-hari kita dalam bekerja, bekerja dimanapun dan apapun jenis pekerjaan tersebut, satu yang harus di ingat, pimpinan perusahaan itu pasti mau untung, caranya kita bekerja mati-matian dengan semua umur yang kita punya dan tentunya kita harus mau dibayar semurah mungkin, dan yang paling pasti bahwa yang punya perusahaan tidak pernah salah. pun ketika anda sakit dan masih bernafas dan tidak bisa bekerja yang pertama di fikirkan pimpinan adalah siapa pengganti anda ? bukan bagaimana anda bisa sembuh secepatnya. 

Hanya ada dua pilihan kalau tidak mau hidup menderita, Jadi anak orang kaya, atau jadi Direktur, kalau gak bisa juga yang sudah terima dan pasrahkanlah hidup anda pada waktu yang berputar“.

Menyedihkan memang, tapi sesungguhnya saya bahagia, sebab dengan banyaknya tantangan dalam bekerja lebih melatih lagi rasa tanggung jawab, sehingga lebih mampu lagi memanage waktu untuk bisa menyelesaikan semua pekerjaan, harus itu, sebab kerjaan tentunya semakin kedepan pasti akan semakin kompleks dan semakin tinggi persaingannya.

Belum lagi kata-kata pak direktur yang sebenarnya menantang ” kamu ini kerja kayak kamu aja yang paling sibuk, jalan sana sini, repot sekali sepertinya, padahal yang kerja di perusahaan ini bukan cuma kamu kan ? ….. Rasanya sih pengen bilang ia pak, banyak yang kerja pak, tapi yang bodoh kayaknya cuma saya aja, yang lain pada pintar-pintar semua, nah makanya saya juga harus berusaha menjadi mereka yang pintar-pintar itu….

Ok lah saya sudahi curhat “gagal pahamku” malam ini, sekarang liatlah sekeliling, apakah saya manusia paling menderita dengan sederet tanggung jawab yang dari pangkal sampai ujung saya semua yang harus kerjakan ?, ternyata tidak kayaknya saya hanya gagal dalam mengatur waktu. buktinya 2 hari ini setelah saya berusaha maksimal dan memanage lebih bagus lagi semua jadi berjalan normal tuh, laporan keuangan dengan tetek bengek pun sudah 70 %, laporan consumable pun sudah tinggal buat Credit Note nya, Progress dan Work Done juga sudah masuk semua, karyawan baru dan induction pun terhandle semua kok, time sheet dan temen-temennya juga selesai hampir semua tepat pada waktunya. So sebenarnya saya cuma tertantang, ketika “ibu” suryani dan “ibu” Elina Kwok selalu mengejek dengan Punishman kalau telat, padahal jauh sebelum dia hadir disini sayapun sudah tau. dan yang paling “menyakitkan” sebenarnya pada tanggal 26 September 2015, tepatnya hari sabtu, ketika kerjaan super urgent, dan ketika itu pagi-pagi jam 7.00 langsung di perintahkan untuk Induction orang so seharusnya pada saat yang sama juga saya harus ngurus Time Sheet, Man power sign supervisor untuk semua project dan itu paling lambat harus masuk ke Meja Suryani atau Elina jam 7.30, sementara saya minta tolong ke rekan kerja saya yang lain yang sudah terlanjur pintar pintar itu, semua sudah pada sibuk, ya sudahlah, akhirnya saya lari marathon ke Pos Security untuk memberikan Form Induction agar karyawan saya bisa masuk Area kerja, lagi-lagi security melarang karena hari sabtu tidak ada Induction Safety, akhirnya proses sana sini kemudian baru masuk itu pun jam sudah 07.15, setelah masuk kemudian Foto Genit Dulu sama Ibu Helena dan akhirnya selesai jam 7.30 yang artinya sudah terlambat buat laporan Man Power, Begitu selesai Foto langsung marathon kembali Ke Office ngurus time sheet hitung sana sini, terus buat laporan man power, terus cari supervisor yang sudah pada job masing-masing, dengan lelah yang sungguh sangat walaupun masih pagi sangat, hehehehe lebayyy… saya berjalan lunglai sambil menarik nafas yang terbawa angin, harus naik ke kapal Holmen pacific minimal 10 Menit, baru mau cari Mr. Away, Belum Mr. Morgan, Mr Reedy, Mr Surasak, susah nyari mereka karena sudah ke job masing-masing. akhirnya tepat 08.10 semua siap dan dengan separuh nafas berjalan dengan sisa tenaga, betis serasa tidak bisa lagi diangkat dari tadi di ajak marathon terus, tiba-tiba HandPhone saya berdering… saya menduga ini pasti dari Office begitu saya liat ternyata bukan, syukurlah, dari orang yang tidak jelas, akhirnya jam 08.15 saya sudah ada di depan pintu, dan saya makin bingung sudah sisa 15 menit lagi padahal supervisor dan direktur akan masuk ke ruangan Vscc Meeting, sementara laporan saya masih ditangan, tiba-tiba Handphone berdering dan suara tagihan report man power mengalun juga dengan merdunya, tapi kata pembukanya itu yang membuat saya harus berubah, “Pak ar masuk kerja hari ini ? saya jawab masuk bu, laporan man power tolong antar yah.. saya cuma jawab ia bu, dalam hati paling 1 menit lagi sampai, tapi kok gak marah-marah yah seperti orang-orang yang sebelumnya duduk disitu, just info mereka berdua belum sampai 6 bulan bekerja, apa mereka yakin bahwa saya tidak mungkin lupa membuat laporan man power ? atau memang mereka cuek aja paling telat kena denda, tapi dari ekspresi sedikitpun mereka tidak menunjukkan rasa marah atau emosi, laporan tetap masih di terima dengan senyuman, sepertinya tersirat ucapan “saya yakin kamu bisa lebih baik dari hari ini”. sekali lagi ini budaya kerja yang terbangun begitu baik dalam diri mereka, sangat patut di contoh, memberikan kepercayaan kepada orang lain dan yakin tugas itu akan diselesaikan dengan baik, toh jika ada kesalahan masih ada koreksi, evaluasi dan tentunya dengan kesabaran extra, tidak terbayang andai dia marah-marah sama seperti pendahulunya, pastinya sayapun akan marah balik sebab saya sudah maksimal usaha pagi itu, so tidak cukup rasanya membelikan mereka perment dan snack sebagai bentuk ucapan terima kasih, telah memberikan saya kepercayaan atau memang mereka bukan hobby marah. tapi yang pasti sejak itu saya usaha untuk tidak terlambat. lagi lagi dan lagi… hehheee..

Budaya kerja yang terbangun dalam diri mereka khususnya “ibu suryani patut membuat saya iri, terakhir kemarin saya dingatin untuk buat work done job M00116 yang sudah cukup lama selesai, tapi karena saya tidak punya waktu akhirnya dari saya janji rabu, kamis, jum’at akhir nya selasa baru bisa submit. dan tentunya sesuai prosedur (ala pendahulunya, 3 hari lagi baru boleh cek atau tanya-tanya sampai di meja siapa work done tersebut, dah bahkan dengan pendahulunya sempat bertengkar dengan direktur saya gara-gara jawabannya dia ikuti prosedur sementara Mr. Chan sudah harus butuh hari itu juga progress), saya salut karena kemudian besok siangnya, accounting harus memaksa saya memasukkan invoice untuk job M00116 lengkap dengan work done nya, yang ternyata saya baru saya masukkan 1 hari waktu kerja sebelumnya, terpaksa dengan penuh ragu dan was -was menghadaplah ke ibu tersebut dan bertanya kira-kira work done saya siapnya kapan, dengan sigap berdiri dan menunjukkan kemeje Mr Chan, itu sudah saya kasih, besok beliau datang langsung saya Kabarin kalau sudah sign, uhfftttttttttt.. sesuatu banget, jawaban berbeda yang mana seharusnya dia marah-marah karena saya yang memang telat submit, tapi tidak justru malah usahakan secepatnya, so lanjut dia, bilang aja sama accounting sudah di meja Mr. Chan, dan Syukurlah Invoice tanpa Work done saya sudah diterima, dan kemarin pun Work done nya sudah di tanda tangani Mr Chan dan ditawarin apa saya ambil dulu atau langsung ke Accounting aja.

Pengen belajar tentang managemen waktu yang berakhir kepada budaya kerja, saya sangat yakin mereka punya begitu banyak kerjaan tapi toh masih bisa tersenyum, masih bisa bercanda bahkan masih bisa bercengkrama sesama karyawan lain, sesuatu yang kemarin-kemarin sangat sulit saya dapatkan. Bahkan dengan pendahulunya saya punya Laporan Additional Job hampir 3 bulan tanpa kabar dan tanpa respon sama sekali, sampai akhirnya dibayar berdasarkan estimasi saja.

Disatu sisi dalam rentang waktu 8 Tahun PT Usp memang begitu banyak berubah, bahkan melakukan rotasi jabatan, yah mungkin karena kepemilikan saham yang berbeda, tapi hal yang paling untuk disyukuri mampunya “mungkin” HRD menempatkan orang pada posisinya, dan tentunya menganut falsafah The Right man in the right place, tidak mudah memang, menempatkan seseorang yang punya daya ekstra sabar menghadapi kaum laki-laki, sekali lagi pemahaman saya budaya kerja itulah yang membuat mereka pantas mendapatkan gaji yang sesuai.

Mau bicara Ras suku atau golongan dalam menentukan gaji,

so besaran gaji sangat ditentukan oleh rasa tanggung jawab dalam bekerja, so ketika anda tidak puas dengan apa yang anda terima silahkan berfikir positif mencari pengalaman, atau anda dilatih mental bekerja dulu, so suatu saat anda bisa bekerja dengan pekerjaan berbeda dan tentunya gaji yang juga berbeda.