Sebenarnya saya sudah tidak mau lagi bercerita kepada dunia tentang sisi kehidupanku, apalagi ketika saya sudah berkeluarga cukuplah ini menjadi rahasia keluarga kami berdua, rasanya tidak tahan ketika harus kembali mengingat semua yang pernah terjadi, cukup rasanya mengubur semua kejadian yang sudah berlalu menjadi memori terindah yang tak akan pernah terkenang lagi.

Tapi………….

Pagi ini sudah beberapa hari ini aku bekerja terlalu lelah, bahkan di umur anakku yang ke 29 haripun namanya belum lengkap, hanya baru punya nama depan Nusaibah, sisanya masih mencari yang pas lagi. maafkan ayah nak, terlalu sibuk mencari pembayar utang nak.. hehehhhe

Beberapa Minggu ini tekanan dan beban pekerjaan memang sangat padat, bahkan setiap haripun saya sampai harus turun tangan menjaga semua pekerja bahkan harus duduk berjam-jam dalam tangki kapal untuk memastikan bahwa semua pekerjaan bisa siap pada waktunya. pekerjaan ini memang sangat menyita waktu dan tenaga, selama 9 tahun terakhir saya berkecimpung di dunia service marine baru kali inilah saya betul-betul bekerja sampai ke level bawah demi memastikan semua berjalan dengan lancar, padahal disisi lain kehidupan di luar pekerjaan juga sudah sangat mendesak, semua terpaksa dikorbankan, bahkan untuk acara aqiqah anak kamipun kami tunda sampai waktu yang belum bisa di pastikan sampai hari ini,

disinilah saya merasa perlu bertanya pada diriku bagaimana kesuksesan karir dan keluarga bisa tercapai dua-duanya, sebab secara kasar ketika kita bekerja harusnya disaat yang sama juga harus ada di rumah, tapi ketika kita harus ada dirumah lalu siapa yang harus menyelesaikan kerjaan dikantor,

hehehe jawabannya simple, keluarga lebih utama dari pada kerjaan, karena kita bekerja buat keluarga bahkan ungkapan ekstrem seperti ini..

“HARI INI ANDA MATI-MATIAN BEKERJA DI KANTOR, LEMBUR TAK KENAL WAKTU BAHKAN HARUS MENINGGALKAN WAKTU-WAKTU INDAH BERSAMA KELUARGA, KEMUDIAN BESOK MATI, MAKA PERUSAHAAN DENGAN GAMPANGNYA AKAN MENCARI PENGGANTI ANDA,  DAN SECARA PASTI AKAN MELUPAKAN ANDA, TINGGAL LAH KELUARGA ANDA YANG AKAN MERASA KEHILANGAN KARENA KETIKA HIDUP ANDA JARANG BERSAMA MEREKA” SUNGGU SEBUAH PENYESALAN ????????????? ANDA KEMUDIAN AKAN DIKAMBING HITAMKAN OLEH ANAK ANDA YANG KURANG TERDIDIK, OLEH ISTRI ANDA YANG KURANG PERHATIAN KARENA KESIBUKAN ANDA BEKERJA” SUNGGUH IRONI NASIB ANDA MENJADI PEKERJA”

“Penderitaan ini belum selesai sampai disini, sebab kadang kita juga sudah bekerja bahkan terpaksa harus meninggalkan anak istri di waktu dimana kita sangat dibutuhkan oleh perusahaan, namun juga tetap kerjaan tidak selesai tepat waktu atau tidak sesuai keinginan bos. ini baru sakitnya dimana-mana… (red cita citata, sakitnya tuh disini).

inilah rasanya yang membuat aku beberapa minggu ini lebih memilih tidur setiap ada waktu kosong, bahkan untuk sekedar membaca sms pun rasanya ngantuk banget… kenapa ?? saya belum tau dan belum punya solusi bagaimana seharusnya membagi waktu antar kerjaan dan keluarga.

Oke kadang saya punya dalih, jangan kita yang diatur kerjaan, kita yang atur kerjaan, dan seribu macam alasan yang mengatakan bahwa urusan perusahaan itu yang kesekian toh bisa ganti perusahaan kalau dipecat gara-gara itu, sementara istri atau keluarga tidak bisa tergantikan begitu saja, ini juga saya betulkan, tapi disinilah juga mungkin saya berdiri pada posisi pengambil keputusan dengan schedule seperti ini :

>>>>>>>>>>. kapal itu harus berlayar tanggal 2 agustus,

>>>>>>>> Pasang bracket tanggal 29-30 July

>>>>>>>>> Tanggal 27 July Seluruh welding dan comment Qc dan Owner sudah harus selesai

>>>>>>>>>> 16 July 3 Tanki P/S sama sekali belum ada yang siap Inspect baik QC apalagi Owner

Jujur ini bukan kerjaan saya, dan bahkan dengan enteng saya boleh bilang, terserah orang lapangan saya sama sekali gak tau apapun itu, toh saya bukan urusan Production saya urusah Management aja. (tapi bukan manager yach..kenapa karena muka gue sangat tidak mendukung apalagi penampilan, buktinya sering sekali ditahan pihak keamanan gara-gara “melanggar aturan”, kata pak security yang boleh lewat sini hanya manager, terus saya bilang, saya juga punya bad manager, sayangnya muka ini dari sononya tidak ada tampang-tampang manager, jadi yah harus di interogasi dululah…. bahkan kadang harus nunggu confirmasi ke office baru saya dibolehkan lewat….resiko muka jelek………..nasibpun ikut-ikutan jelek. )

Tapi siapa lagi kalau bukan saya, contohnya hari ini, Lebaran Idul Fitri, semua level managemen tak masuk kerja, yah alasan yang sungguh sangat bisa diterima berkumpul bersama anak istri dan keluarga setelah sekian lama kita “meninggalkan mereka”, kapan lagi kalau bukan sekarang, ini moment yang sangat pas untuk bermanja ria, bermaaf-maafan. itu semua betul, di satu sisi ada pekerja yang beragama Nasrani yang tetap mau bekerja, lalu yang mengatur dan mengarahkan mereka ? ketika semua kita punya alasan keluarga, ya akhirnya saya mengorbankan keluarga dan tentunya ini tindakan yang sangat tidak terpuji, di hari raya seperti ini, punya anak yang sudah berumur 16 hari belum juga di jumpain tapi saya lebih memilih pekerjaan. ini memang gila, gila buat semua orang, dan bahkan sangat tidak masuk akal, dengan seribu alasan pembenaran tapi yah saya tetap komitment saya harus tetap menyelesaikan kerjaan kemudian saya akan menengok anak istri saya. Alhamdulillah, akhirnya tanggal 24 kerjaan welding bisa dinyatakan selesai dan insya Allah pekerjaan yang lain juga bisa tepat waktu, tinggal saya yang kembali menengok kebelakang, kepada anak istri saya.

Disinilah beratnya beban yang saya rasakan dah bahkan hampir-hampir tidak bisa lagi terungkapkan, tidak ada yang salah ketika istri saya menelpon menanyakan kapan saya pulang, kapan kita acara aqiqah anak kita ? semua sudah seharusnya, tapi itu yang membuat saya terkapar selama 2 hari, tepar otak ini memikirkannya, Rasanya saya pernah bermimpi andai istriku berkata, ayah, kita harus ngutang lagi yah kira-kira untuk biaya anak kita, bukan langsung nembak kapan pulang, sebab istri saya juga tau persis berapa sih gaji saya setiap bulan, sudah ngutang biaya lahiran 4 jutaan, bayar rumah 2.8 juta, bayar cicilan mobil 2.6 juta, uang sisa gaji tinggal berapa ratus ribu aja lagi, mana cukup buat beli tiket apalagi pulang,  nah sebenarnya saya butuh solusi bukan tekanan, ataukah memang saya yang salah, sebab bagaimanapun juga semua biaya menjadi tanggung jawab saya ? entahlah, tapi disini aku termenung, tak tahu harus berkata apa, istriku yang juga tinggal sama orang tuanya juga sudah sangat susah diajak discus sebabnya entahlah, sekarang yang ada adalah memelihara ego masing-masing, yah salah saya juga mencari istri yang cantik, dan biasanya juga punya ego yang tinggi, sekalipun tidak pernah mau mengalah, ketika saya butuh semangat atau sekedar sapaan ketika sakit yang ada justru hanya permintaan uang, andai mungkin dia bertanya setelah 4 bulan ini apa saya sehat2 aja atau gimana mungkin bisa akan lain ceritanya.

sampai detik ini saya belum punya jalan keluar atau apapun juga itu, istri yang tidak mau lagi berbicara, uang yang juga sama sekali gak ada, di tambah lagi pak yusuf taman raya dan pak yusuf batu aji sama-sama datang minjam duit, yah sudahlah emas yang ada gadaikan aja lagi dan cuma bisa dapat 2 juta, sementara saya uang segitu juga gak cukup, ya sudahlah uang itu buat pak yusuf kuadrat aja deh….

disini saya hanya berharap istriku bisa mengalah dan bisa mengerti paling tidak memafkan saya dan mengurangi rasa ego yang ada dan juga begitupun saya, sebab sampai hari ini saya belum tau kapan saya pulang untuk menengok anak istri disamping tidak ada uang juga masih ada perasaan kesal, bahkan terlintas dibenakku, toh anakku kalau besar juga pasti nyari bapaknya kok……………….

semoga semuanya bisa berakhir dengan baik-baik aja..