Setelah sekian lama tidak mampir ke belahan hatiku ini, pengen rasanya kembali bercerita tentang sepenggal kisah hidupku kali ini,

Mungkin tulisan ini tidak bisa mewakili isi hatiku dan juga perasaanku saat ini tapi setidaknya mengingatkan diriku bahwa saya pernah salah mengambil keputusan dalam hidupku atau mungkin saya terlalu bodoh, mungkin hanya waktu yang akan menjawab semuanya….

Aku memang bukan orang kaya, dan aku bukan keturunan konglomerat apalagi anak pejabat, tapi yang saya akui bahwa saya mempunyai darah pendidik, darah yang mengalir cukup kuat dalam diriku turun dari ibuku (Rajawiah B.A). rasanya semua masih teringat dengan jelas bagaimana ibuku berkorban untuk pendidikan yang mungkin sekarang tidak ada lagi yang mengingatnya, Ibuku memang orang hebat, Menurut hemat saya, sebab jaman tahun 1986 waktu itu yang mungkin gaji ibuku masih sekitar 25 rebu sebulan (menurut cerita beliau), Beliau mengajar di SMU Negeri Bontotiro waktu kepala sekolahnya Bapak Karsali B.A, saya yang kecil sering datang kerumah beliau di Basokeng (Kecamatan Bontotiro) Kab Bulukumba untuk membawakan Ayam sekedar ucapan terima kasih, Selain itu Ibuku Juga Honor Di SMU Kartini Batang, Waktu itu kepala Sekolahnya Ahmad Jemma. B.A (merangkap kepala sekolah SD di Desa Batang),

oh ya kenangan terahir di SMU Kartini Batang waktu penamatan terus liburan ke Eremmerasa di Kab Bantaeng,, heheh untuk pertama kalinya saya menginjak rekreasi ke Tempat permandian itu…

Selain itu ibuku juga aktif mengajar di SMU Muhammadiyah persisnya di Jannaya (khusus sekolah ini g ada ingatan jelas karena sekolah ini lebih dulu tutup, yang teringat hanyalah kalau ibuku buat acara atau kegiatan apa gitu dhe pokoknya, habisnya umurku masih terlalu kecil), Selain mengajar di tiga tempat ibuku juga membuat sekolah TK di Kolong rumahku disalobundang, hehehmm tahun berapa eahh.. ??? pokoknya tahun 1980 an ke atas lah….. namun semua itu hanya masa lalu buat ibuku, masa yang mungkin pernah indah di kenangan beliau, walaupun mungkin saat ini beliau hidup di Gubuk derita di kebun yang jauh dari pemukiman masyarakat di daerah Batang persisnya daerah Kampangan…

apa yang tersisa ?? yang tersisa hanyalah aliran darah yang mengalir dalam tubuhku, aliran darah yang kadang membuatku kesel bukan main bahkan kadang membuatku menyesal menjadi anak beliau. kenapa darah itu begitu keras mengalir dalam tubuhku sampai akupun kadang kehilangan daya untuk menolaknya…
tapi mungkin suatu saat ada hikmahnya karena menurut beliau investasi akhirat yang paling enak adalah mengajarkan ilmu kepada orang lain…

lalu apa hubungannya dengan diriku yang sekarang ini, kayakx g ada dhee… lha judulnya gimana ? heehe.. suka -suka akulah kalau g suka bacanya yang please minggir lewat pintu belakang aja keluarnya, law perlu banting aja sekalian laptop / komputernya biar rame….

Oh ia, sekarang ini disini, di Batam Center Daerah Taman Raya Blok DJ 19 Kota Batam, Prov Kepri  (ehehe masih rumah kontrakan coy….) aku merasa aneh dengan diriku sendiri, aneh karena aku mulai merasa beda, aneh karena aku mulai merasa ditinggalkan oleh semua orang yang dulu pernah aku banggakan. tapi entahlah itu mungkin perasaan aku aja…

Episode Pertama buat kau yang jauh disana.

Tulisan ini bukan untuk mengungkit jasa atau pengorbananku kepada orang yang mungkin merasa aku bantu, tapi sekedar membantu aku mengingatkan diriku bahwa saya tetap harus ikhlas dan menyerahkan kepada Allah. S.W.T, berawal dari tahun 2005 ketika itu saya melihat sosok yang mau belajar, dan kebetulan anaknya memang rajin belajar dan lumayan bisalah sehingga saya mulai memberikan pelatihan komputer excel gratis di sekolah ( ohh ia waktu saya menjadi guru TKJ di SMK Yapman Soroako, Luwu Timur, Prov Sulawesi Selatan) saya mulai bangga dengan dia karena dia begitu rajin belajar termasuk waktu itu sayapun marah dengan dia tapi dia tetap datang belajar dengan asisten saya (asisten yang batu talinga, Ehmm dia siswa TKJ namanya Asdar entah dimana dia sekarang ).

Memang dia rajin belajar dan saya akui itu, hingga pada akhirnya berlanjut ketika dia akhirnya masuk bangku kuliah, perjalanan panjang dimulai dari sini, Selanjutnya begitu kuliah di Makassar dia saya ikutkan kerja di Warnet Netzone di Jalan Alauddin,Masih segar sekali di ingatanku ketika dia harus menangis ketika pertama kali membuat email hehehe.. maafkan aku karena telah membuatmu menangis, Selanjutnya saya ajari hardware dan software, kemudian membuat website dari Aura CMS (www.akuntansi.unm.com) sayang web itu telah hilang, padahal itulah awal kebangkitannya dalam proses hidupnya, berlanjut ketika dia menjadi Operator di Warnet Netzone dan Operator di Warnet Buminet di Daeng Tata, hehehe Makasih Bu Aji Sudharty yang telah memberikan kesempatan kepada dia untuk belajar, saya g pernah lelah memberikan ilmu dan pengetahuan yang saya miliki sampai akhirnya saya harus pergi meninggalkan Makassar menuju Batam untuk merantau.

Setelah itu dia bekerja di ICT UNM, LPSE, BAAK UNM Makassar sampai menyelesaikan Kuliah, dan di akhir perkuliahannya menjadi asisten Dosen Myob Acoounting di Almameternya sampai kemudian menyandang gelar Sarjana.

lalu kenapa aku galau sore ini mengingat tentang semua itu ? Heemm ingatnya kadang membuatku sedih, ketika dia di wisuda aku tahu keluarganya tersenyum lebar dan bangga mendampinginya untuk wisuda, pengen rasanya aku bertanya kepada mereka, apa yang telah diberikan ketika anaknya kuliah selain biaya ? apa mereka tau bagaimana proses anaknya membuat skripsi ? bagaimana proses anaknya bisa bekerja ? tapi sudahlah itu cuma godaan syaitan bagikuw, sekali lagi aku bukan menghitung jasa tapi untuk menyadarkan bahwa saya harus ikhlas.

Sebenarnya saat ini saya sangat butuh bantuan dia, karena dia kuliah disiplin ilmu akuntansi sementara saya juga lagi pontang panting belajar akuntansi, tapi sayangnya saya tidak mendapatkan apa yang saya inginkan, memang dibantu tapi sayangnya tidak bisa selesai cuma sampai ditengah jalan, pengen rasanya saya berteriak kenapa kamu begitu apakah aku sudah tidak berarti bagimu, memang saya tau, di lampiran skripsimu pun tidak ada namaku yang spesial selain ucapan terima kasih kepadaku sebagai Jabatan HRD tempatmu mengambil data untuk skripsi, padahal nama orang lain begitu banyak tertulis disitu yang entah apa yang pernah dia berikan kepadamu. tapi sudahlah mungkin saya harus kembali menata niat saya semoga saya berhasil.

Episode Ke Dua Buat Kau yang sudah bahagia disana

Sebenarnya saat ini saya butuh banget guru bahasa inggris, pengen buanget kembali memperdalam ilmu bahasa inggris tapi sayangnya saya g punya duit lagi untuk belajar lalu kenapa saya sedihh…….

setahun yang lalu ketika saya masih bekerja di salah satu perusahaan Shipyard di Batam, saya bertemu dengan seseorang yang menurut saya terseok-seok menjalani kehidupannya, akhirnya saya arahkan untuk pergi belajar di Kampung Inggris Pare, dan Alhamdulillah begitu proyek selesai dia akhirnya berangkat juga kesana untuk belajar, saya mengenal dia belum terlalu lama tapi saya tau dia juga punya semangat untuk belajar, akhirnya beberapa bulan kemudian saya juga menyusul ke pare untuk memperdalam ilmu bahasa inggrisku, pertama saya masuk di Global English kemudian pindah ke BEC (Basic English Course) belajar di Kampung Inggris walaupun akhirnya kerjaan mununtut saya untuk pulang lebih cepat.

akhirnya dia melanjutkan di BEC pare Kediri Jawa Timur,  sampai kelas tertinggi yaitu Kelas Master Class dan kemudian mencari kerja disana sebagai Resepsionis sekaligus mengajar di tempat itu. saya adalah orang pertama yang paling bangga karena saya yakin sebelumnya dia g pernah berfikir sedikitpun untuk menjadi guru bahasa inggris, jujur saya memang pernah membantu dia dalam segi dana ketika dia kesulitan tapi bukan itu alasanku kenapa hari ini aku harus menuntut untuk mengajari saya, aku cuma pengen ketika dia punya waktu sedikit saja untuk membagi ilmu dan pengetahuannya kepadaku tapi sayang dia sudah terlalu sibuk sehingga sampai hari ini sedikitpun tidak pernah lagi ada waktunya untuk mengajariku belajar bahasa inggris…
Tapi biarlah, sore ini disini aku hanya bisa merenung, bahwa aku salah dalam berfikir aku pernah mendidik orang untuk menjadi hebat, dikenal orang bahkan dipuji-puji orang akan kesuksesannya, aku pernah mencurahkan semua apa yang aku miliki, harta, pikiran, tenaga dan apa yang aku punya untuk mereka semua sukses namun bukan berarti bahwa mereka wajib memberikan apa yang saya mau, saya harus belajar melupakan mereka, melupakan apa yang pernah terjadi, apa yang pernah saya berikan kepada mereka, mungkin satu kesyukuran bagi saya karena mereka telah sukses seperti apa yang saya inginkan.

pesanku buat kalian aku tidak berharap suatu saat kau akan membalas budi kepadaku, tapi kuharap kau bisa menjadi orang seperti saya, bisa memberikan jalan orang lain untuk bisa belajar, bukan hanya sekedar saran dan ide tapi juga tenaga dan dana. sehingga akan tercipta generasi berikutnya lagi.

Jangan pernah ingat aku lagi ketika kalian sudah meraih sukses anggap aja aku hanya temen biasa yang tidak pernah bisa memberikan apa-apa bahkan jika memungkinkan lupakan aku agar kamu tidak terbebani dengan apa yang sudah terjadi, aku akan mencoba menjalani sisa hidupku semampu aku, tanpa kamu, tanpa bantuanmu dan juga tanpa belas kasihmu….

Semoga….

 

Sudut Kamar Kostku Batam 23 September 2012…..