Resah Gelisah ketika rasa ituw datang lagi.. rasa yang sudah pernah datang 5 bulan yang lalu… aku tak pernah berharap dia datang lagi, sungguh tak pernah berharap tapi detik ini, saat ini rasa itu kembali menyelinap pelan-pelan kedalam bisikan kalbuku.. berbisik pelan dan berkata .. sudahlah ahiri semuanya…..

Aku akui memang bahwa kata-kata ituw merupakan kata terahir yang bisa aku ucapkan sebagai pelipur lara, penutup kata, penutup kisahku denganmu.. tapi apakah kata itu bisa juga menutupi rasa sayangku padamuww… ?? mungkin tidak karena kata itu sudah berulang kali mampir di batok kepalaku tapi aku tak pernah sanggup untuk mengeksekusinya..

Waktu memang sudah terlalu panjang kita bentang bersama.. sekaligus dirimu yang bisa membuatku mengukir kisah selama itu. Namun kisah panjang itu tidak semuanya terlukis dengan senyuman, Guratan-guratan sedih ikut serta menyertainya… terlalu panjang rasanya kisah sedih ituw ketika aku terpaksa harus mengingatnya kembali namun hati ini yang selalu bergetar ketika rasa yang sama muncul kembali saat ini..

Entah kenapa dan dari mana mulainya. ketika rasa ituw menyerangku kemarin sore, ketika tiba-tiba gerbong kesedihan perlahan bergerak terus bergerak dan ahirnya tiba di stasiun penantian.  Oh… inilah mungkin jawaban dari pertanyaanku selama ini..

Jujur aku akui saat ini, aku harus angkat topi dengan apa yang telah kamu capai, tak bisa kupungkiri itu semua adalah prestasimu. Aku yang dulu mengenalmu masih “bukan” siapa dan kini telah menjadi siapa gue. rasanya sebuah hal yang patut  aku acungi jempol.. Perjalanan air mata membangun masa depanmu adalah kisah terindah dalam hidupku.. masih ada Warnet yang mungkin menjadi tempat pertamamu membangun asa sekaligus dimana kamu harus tertunduk untuk menumpahkan air matamuw.. masih ada rumah Kost mu yang bisa kamu liat yang menjadi saksi bisu ketika kamu kembali harus menangis di tengah malam.. Masih ada motor yang bisa kamu pandangi sebagai pelengkap cerita hidupmu…

Aku memang bangga, salut, sekaligus hormat dengan motivasi dalam dirimu untuk maju, aku akui ituww… tapi akupun tak tahu kenapa semua itu kadang tidak ada artinya dengan harapan dan cita-cita yang ada di depan mata..

Sudah terlalu banyak bentuk protes yang kamu layangkan kepadaku.. bahkan terkadang tindakan somasi pun kau lakukan.. disaat kau berkata “aku ingin menjadi diriku sendiri”, “aku bukan boneka kak, aku ini manusia yang punya rasa”, “biarkanlah aku jalan sendiri, aku yang paling tau sampai dimana kemampuan diriku”, “kakak terlalu egois dalam memaksakan kehendak”, dan yang paling terahir.  “Jangan lagi datang gila ta untuk suruhkah buat sisfo seperti ituw…” …

Aku tau kata-kata ituw sebagai sebuah bentuk pencitraan diri bahwa saya ini bukan boneka, saya ini tidak sebodoh yang kakak pikirkan dan atau apalah yang jelas ini guee.. lho yang diri anda sendiri gue g bisa jadi lho….OKE.. sudahlah…

Kini mungkin aku harus berfikir sejenak, apakah mengabaikan rasa ini atau membangun kembali rasa yang mungkin beda ?? aqw tau saat ini kamu berada pada euforia kesuksesan dan aku akui bahwa kamu hebat.. jauh dari apa yang mungkin pernah terlintas di kepalamu ketika pertama meneteskan air mata ketika harus membuat email…

Atau memang aku yang harus menyingkir dari hidupmu karena tidak sanggup mengikuti kelasmu lagi ?? kelas seorang yang mungkin akan menjadi kaya, seorang dosen yang mungkin di hormati oleh semua orang, atau kelas seorang mahasiswa luar negeri yang berpredikat cum claude ??… ..

Kelas kita memang jauh… level kita memang berbeda.. dirimu dari seorang yang bukan siapa-siapa tiba-tiba bisa menjadi operator warnet, Admin & Founder Website Kampus, Manager Warnet, Admin LPSE, Admin ICT,  dan kini sudah menjadi Asisten Dosen Akuntansi… selangkah lagi sudah Menjadi Dosen Tetap di kampusmu.. apalagi kalau cuma gelar S2. sudah tak terpikirkan lagi…  Ok Sudalahh….. aku angkat topi ketika sekarang kau menjadi seorang yang hampir tidak pernah aku kenal, hanya dengan satu alasan, SIBUK. …..

Ehmmm baiklah perlahan aku harus beranjak dari sisimu dan mungkin aku hanya memang cocok tinggal di pelosok kampung, pelihara bebek, pelihara ayam, punya kebun pisang dan tentunya punya keluarga yang tidak sesibuk dirimu…  entahlah…… kapan dan dimana….

Hari ini di tempat ini ku hanya bisa berdoa, semoga rasa ini tak pernah datang mengusikku kembali, karena aku tak mau menangis lagi karenamu… ntahlah sampai malam nanti aku hanya diam dalam bisuku….