Mungkin lewat tulisan ini aku  bisa berkeluh kesah…. menuangkan segala impian dan harapanku yang tak mungkin pernah bisa terjadi lagi, tapi bukan untuk mengiba dan dikasihani, setidaknya pelajaran buat aku dan siapa yang mau mengambil hikmahnya…

“”” ayah …. aku tak tau umur berapa engkau meninggalkanku dalam kesendirian mengarungi hidup ini, ayah … aku tak pernah melihatmu ketika aqw terbangun dari tidurku di pagi hari, ayah… aku tak tahu kapan aku pernah bermanja-manja denganmu, ayah… yang aku tahu engkau meninggalkanku ketika aku berumur 6 bulan, aku tak tau alasanmu kenapa engkau pergi dariku…


“ayah… aku tak tahu pernahkah aku menaiki pundakmu untuk sekedar bermanja-manja ???? ayah.. aku tak tahu kapan aku pernah menangis dipangkuanmu…….

Ayah….. aku tak punya kenangan tentangmu,, kecuali kenangan ketika engkau mengusirku dari rumahmu, ketika aku pertama kali dalam hidupku ingin melihatmu..

Tetta (red : Ayah, tetta adalah panggilan mesra untuk bapak di daerah saya), maafkan aku jika sampai hari ini aqw tidak bisa memanggilmu “ajiku” (sebagaimana lazimnya panggilan anak kepada bapaknya yang telah menunaikan ibadah haji).  Terlebih aqw memohon maaf juga kepada seluruh keluarga besarku yang tidak  pernah mendengar aq memanggil ayahku dengan panggilan “ajiku”.

tidak bisa dipungkiri panggilan “ajiku”. merupakan panggilan yang menaikkan strata sosial di masyarakat… masih teringat jelas ketika sepuluh tahun yang lalu aqw konsultasi ingin melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah ?? jawabnya apa ?? ongkos hajiku aja belum lunas ??… heeheheh maafkan aqw ayahh I LOVE U .. semoga aqw dan dikau diampuni dosa-dosanya.

dan aku tau persis alasan kenapa menunaikan haji,,

g enak kalau ust. penceramah kayak saya begini g ada titel hajinya, apalagi seorang guru agama masa g ada hajinya ” jadi kan pas klau dipanggil Drs. H. xxxxxx… semoga Allah mengampuni diriku dan dirimu Amiiinn ya Allah….”

kenapa ??? aqw dari kecil hampir tak punya kenangan bawah sadar yang menuntun jiwa kasarku untuk memanggilmu seperti orang lain memanggilmu. aqw hampir tak pernah merasakan belaian kasihmu, kecuali yang ada hanya kenangan buruk yang  tak akan mungkin pernah hilang di alam bawah sadarku. aqw yakin tuhan pun tau dan tak mungkin mencap aqw sebagai anak durhaka.

ayah !!!!!!! aqw butuh kasih sayang, aqw butuh belaianmu..sampai kapanpun juga, tapi pernahkah dalam dirimu bertanya kapan dan di mana engkau pernah mengusap ubun-ubunku sekali saja selama hidupku yang sudah 30 tahun ini, pernahkah engkau wahai ayahku bertanya kapan dan dimana engkau pernah menyuapiku dengan tanganmu sendiri ???…Wahai ayahku pernahkah sekalipun dalam hidupku yang 30 tahun ada tetasan air matamu untukku ??? pernahkah sekali saja kau menyebut namaku dalam mimpiku ???

Wahai ayahku.. aku tau kau hidup dalam gelimang harta, rumah yang besar, keluarga yang mungkin bahagia dan tentunya anak-anak yang mungkin lucu (tidak selucu aku tentunya), tapi pernahkah sekalipun dalam suap nasimu  engkau bertanya, kira-kira aku makan apa ???

Wahai ayahku ketika hujan lebat, petir menyambar, halilintar bersahut-sahutan pernah kah engkau bertanya apakah aku tidak kehujanan, apakah aku bisa berlindung dari semua itu ? dimanakah anakku saat itu ?

Wahai ayahku dalam lelap tidurmu di kasur yang empuk, rumah luas berlantai keramik, pernahkah engkau mengingatku kira-kira aku anakmu tidur dimana ?? ama siapa ? dirumah siapa ??….

ayah aku bukan mengeluh sebab semuanya sudah terlambat, engkau tetap ayaku yang terbaik, sebab bagaimanapun juga aku tak akan mungkin lahir tanpa kerja kerasmu (kalau kerja lembek g asyik kalee…. hahahaha adonannya g mantabss…)…

ayah aku berjanji akan tetap menghormatimu sebagaimana perintah Allah untuk menghormati dan menghargaimu…. tapi izinkan aqw untuk mengingatkanmu semoga jika memang salah Allah bisa mengampunimu aminn…

Ayah ingatlah semua kata-kata yang engkau pernah ucapkan kepadaku.  jika memang kata-kata ini menurut engkau wahai ayahku benar, maka maafkanlah aku tapi jika engkau lupa aku ingatkan semoga tidak ada dosa diantara kita. aminn..

Engkau pernah berkata. saya sebagai seorang ustas dan duluan belajar agama daripada kau, saya tidak pernah mendapatkan ayat ataupun hadist yang mengatakan ayah durhaka kepada anak, yang ada adalah anak durhaka kepada bapak :

engkau pernah berkata, aku tidak punya uang untuk melanjutkan kuliahmu, tapi kalau buat nikah saya bisa pinjamkan kau di koperasi sekolah itupun harus bagi dua dengan ibu kandungmu, tapi ingatkah wahai ayah, setelah itu kamu beli rumah dan tanah dengan harga Ratusan juta rupiah ???? “”

Wahai ayahku engkau pernah melemparkan aku sekarung beras sebesar -+ 5  Liter sertai dengan kata-katamu Itulah hakmu dari pemerintah tiap tahun (ayahh… bukankah ayah wajib menanggung hidupku sampai saya menikah ???

Wahai ayahku…. ketika aku hidup di panti asuhan dengan mendapat jatah sumbangan beras dan baju bekas  dari pemerintah, justru suratmu datang menyampaikan bahwa engkau akan menunaikan ibadah haji ??… (wakakak lutchu juga anaknya hidup di panti asuhan datang surat terus sampulnya tertulis pengirim : ayahanda Drs. Muh. xxxxx.. alamat SMPN Gxxxx… Kab. Bxxx…. )

Wahai ayahku… engkaupun tau.. aku bisa menyelesaikan biaya kuliahku selama 9 tahun dengan segala macam bentuk pekerjaan, tapi kenapa disaat hari terahir aku merayakannya (wisuda ) sedikitpun kau tidak mengucapkan kata-kata apapun apalagi datang merayakannya. padahal aqw sudah berusaha membuat bangga. masih ingatkah engkau wahai ayahku ketika aku meminta biaya kuliah ?? pernah kah engkau memberiku walaupun hanya sedikit ???? sementara engkau wahai ayahku sudah bergelimang dengan harta ???… “”

Wahai ayahku, janganlah engkau takut terhadapku,, ku tinggalkan bumi sulawesi beserta karir yang sudah ku rintis dengan harapan engkau bisa tenang, tidak dihantui lagi perasaan was-was dengan kehadiranku untuk meminta biaya hidup darimu…. ” tidak ayah, tidak… tidak akan pernah, aku sudah bersyukur bisa hidup seperti apa yang bisa kunikmati sekarang ini….

Ayah…. maafkan aku sampai hari ini sekalipun aku tak pernah bisa menelponmu,,, sebab hanya bisa menghormatimu sebagai ayah biologisku, maafkan aku ketika aku sudah terlanjur mencari figur ayah yang lain dalam hidupku,

ayahh… ayahku yang sesungguhnya selain dirimu adalah yang bisa memberiku rasa ketenangan dalam hidupku dan tentunya bisa menjamin kelanjutan hidupku, maafkan aku ayah kalau mungkin sampai hari ini air mataku belum pernah menetes untukmu,,,

ayahh…… aku berjanji akan tetap menghormatimu sampai ahir hayatku…. walaupun aku g janji akan menangis untukmu….

sekarang aku menemukan figur ayah di batam, disamping bisa memberikan aku makan tentunya bisa memberikan contoh sikap dan figur sebagai seorang ayah…. aku bangga bisa ketemu dia… aku bangga bisa bertemu dengan bapak Muslimin, Bapak Husaini dan semua temen-temen yang telah memberiku figur sebagai sebagai seorang bapak yang baik, bapak yang bijaksana, aku juga telah menemukan saudara-saudara terbaik di batam, ada Abang Luke co’mo, yang telah mengajariku jadi sopir, ada abang yusuf yang rajin minjamin aqw duit, ada pakcik yang rajin kasih rokok, ada saudaraku Luke kecci yang tidak mengelak ketika minta tolong,,,

Ayahh…. mereka semua adalah saudara-saudara terbaikku yang ku miliki saat ini, mereka tempatku untuk mengeluh, berkeluh kesah, minta tolong ketika aku butuh sesuatu… mereka adalah sandaranku ketika ku miring dalam mengarunghi hidup ini, mereka tempatku bercerita tentang suka dan dukaku…. walaupun secara biologis mereka semua bukan siapa-siapa… tapi aku bangga dengan mereka semua yang dengan suka rela mau menjadi saudara-saudaraku…… (mungkin inilah yang membuat aku betah bekerja…kali yachh… habis biasanya setiap tempat kerja paling lama 1.5 tahun,, tapi dibatam kayaknya dah lewat dehhh entah sampai kapan mereka bisa menerima aku sebagai saudara)…….

Maafkan aku ayah.. ketika sekalipun aku tak bercerita kepadamu tentangku, tentang sedihku, bahagiaku, atau apapun tentangku… walaupun dari hati kecilku aku tetap masih butuh seorang ayah… tapi mungkin suratan takdir yang mengantarku menjadi seperti ini…

Wahai ayahku… jangan pernah engkau risau memikirkanku kapan aku akan menikah, jangan takut aku akan membebanimu dengan biaya menikah… ada mereka yang “mungkin” siap membantuku setiap saat…

W ahai ayahku, yang ku minta saat ini darimu hanyalah DOA dan KETULUSAN HATIMU.. AKU HANYA BUTUH ITU DARI MU AYAHH…… SEMOGA SUATU SAAT AKU BISA MEMBUAT TERTAWA…..

I LOVE U AYAH… TETTTA WALAUPUN AKU TAK PERNAH MEMANGGILMU AJIKU TAPI TAPI ENGKAU TETAP AYAH TERBAIKKU… MAAFKAN AKU OM, CEPUPU, TANTE KALAU AKU TAK BISA MEMANGGILNYA AJIKU….