Aku terlahir dari orang tua yang bercerai kata orang ortuku berpisah setelah aku umur sekitar 6 bulan setelah ortuku berpacaran cukup lama dan tentunya cukup mesra. dan akhirnya setelah 10 tahun berpisah barulah mereka mengurus surat cerai di pengadilan agama

Aku tumbuh dan dibesarkan oleh ibu dan nenek dabo (ibu dari ibuku), di daerah bulukumba tepatnya di dusun dohung , desa dwitiro (sekarang nama desanya dah berubah kalau g salah desa buhung bundang) kecamatan Bontotiro Kab. Bulukumba Prov. Sulawesi Selatan Indonesia. semaca kecil aku bersekolah di SDN Tabbing Sitoa, di desa Tabbing Sitoa khususnya di desa batang. oh yachh Tabbing sitoa dalam bahasa setempat artinya bukit saling melihat.. ekkekeke.. (tabbing = bukit,  toa =melihat ) karena memang didepan sekolah jalannya berbukit-bukit.Masa kecil aku lalui seperti anak kampung pada umumnya.. banyak hal-hal yang kucoba kurangkai kembali untuk mengingatnya.

disekolah 347 Tabbing sitoa itu aku adalah angkatan ke Dua karena sekolah itu baru buka, angkatan pertama yang aku ingat adalah Rosmiati (anaknya puang jumalang, dulu bujang sekolah ibunya puang medang ), sekarang katanya jadi perawat… heheh ini cewek yang pernah aku taksir… huhh… cinta monyet kaleeee… kamiruddin (anaknya puang hama di batang juga), Pati (kayaknya nama lengkapnya Nurpati), terus basir dipanggil sirung (hhahaaha lupa nama ortunya), terus …. udah lupa yang jelas waktu itu memang muridnya masih sedikit sekali paling sekitar 5 atau empat orang belum lagi yang putus sekolah.

klau angkatan aku mudah-mudahan g salah..

1. Nirmawati (rama) sekarang di Guntung (kayaknya masuk Prov. Riau Deh) disana berkebun kelapa sawit.. beberapa hari terakhir ini saya putus hubungan karena hpku rusak. yang jelas dia disana bersama suaminya Ancu asli orang Galangan (renananya bulan 5 tahun 2010 ) akan pulang ma’baji karena dia kawin lari (suaminya ditinggalkan dikampung).

2. syamsuddin (paca) ini adalah suami dari Nirmawati (nikah sama-sama temen kelas coyyyy……….) walaupun pada akhirnya diahiri dengan cara yang kurang diharapkan namun apa mau dikata itu takdir, tapi dengar-dengar sekarang Paca udah menikah dengan orang tamalala dan sudah punya anak di batang, ok selamat kawan semoga cepat punya keturunan banyak..

3. Asri (Aso) anaknya puang sabang ini adalah temen kelas yang paling tua sebenarnya dia tinggal di padammonro tapi di batang dia tinggal bersama neneknya. sayang kawan yang satu ini kecelakaan (waktu itu dia tidur di bawah mobil truck milik haji baco tapi sayang tidurnya di arah depan) dan ketika pagi hari supirnya puang sudding (anaknya haji baco) menjalankan mobil asri akhirnya terlindak kepalanya dan meninggal ditempat.

4. Normawati (Maang) anaknya puang cora sudah menikah juga dengan nawir anaknya puang tuppu dan juga sudah punya anak (cepat-cepat kawan………)

5. Hawani anaknya puang lakaring.. sayang tidak sempat menamatkan sekolahnya di SD

6. Suriani (anaknya puang natsir) syukurlah dia tamat padahal aku sering dimarahin sama puang natsir gara-gara gangguin anaknya. heheehehe….. dia tamat smp terus menikah dengan Ganing

7. hehehe Te’ne lupa deh nama sekolahnya kakaknya puji … lupa siapa lagi namanya yang jelas gendut banget gitu lho… dia juga sepupunya arman puang nanro anaknya puang dahlan dia sekarang mungkin domisili dipalangisang..

8. Hasanuddin (sano) sayangnya katanya dia meninggal dimalaysia artinya dia tidak menyelesaikan sekolahnya

9. Aco (anaknya puang senong) bapaknya ini tukang kayu, entahlah dia sekarang dimana.

10. Sutiar (fathullah said) alias soti anaknya puang hajaring, ini adalah kawan aku yang sama-sama melarikan diri ke Hidayatullah Balikpapan tahun 1990 walaupun saya akhirnya harus berpisah pada tahun 1998 dan dia melanglang buana ke jakarta selama 10 tahun sampai tamat sekolah S1 Akuntansi dan mendapat istri orang betawi dan sekarang berdomisili di Bontang, kaltim (cabang hidayatullah bagian BMH).

oh yach guru-guru terbaikku saat itu.

1. Ibu Hj. Djunaida B.A sebagai kepala sekolah dari mulai saya masuk  sampai tamat (istrinya pak dahlan)

2. Bapak Hamaluddin (guru matematika dan wakil kepala sekolah) dia adalah bapak dari temen seperjuangan saya di Gunung Tembak Hidayatullah yaitu  Fathurrahman (sekarang dah kembali mengabdi ke Almameter kami di balikpapan). semoga seluruh amal ibadahnya bapak hamaluddin diterima disisinya. (informasi terakhir sudah dipanggil oleh yang maha kuasa)

3. Ibu Rosmiati (anaknya pak saleh istrinya pak Abidin). ini juga guru matematika dan guru yang paling sering saya panggil Ummi (waktu itu dia masih pengantin baru kale bersama pak Abidin).

4. Ibu Khudriyah (istrinya puang Ponnong) dia adalah guru agamaku yang menanamkan aku nilai-nilai agama sayangnya dia cepat dipanggil oleh Allah yang maka kuasa.

5. Ibu Murniati (orang salu-salu. kayaknya dia juga guru kelas gitu deh..).

6. Pak Syahrir Painga. B.A (tinggalnya di hila-hila waktu itu dia pindahan dari sekolah lain, klau nggak salah dari dari kota bulukumba).

7. Ibu Sudra (guru agama pengganti ibu khudriyah)

oh yach.. ibuku saat itu adalah alumni Iain Al-Ghazali (B.A), jurusan bahasa arab klau nggak salah. saat itu ibuku mengajar disekolah smu kartini (sudah tutup, sekolah itu dikepalai Oleh ahmad jemma B.A yang waktu itu juga merangkap sebagai kepala sekolah SD di Batang), kemudian honor juga di SMU Muhammadiyah (walaupun pada akhirnya juga tutup) dan juga honor di SMU Negeri 1 Bontotiro (lupa siapa kepala sekolahnya yang jelas dia tinggal dibasokeng kecematan hila-hila, karena dulu masih ingat waktu bawa ayam kerumahnya biar bisa diurus jadi pegawai negeri). yang aku ingat saat itu pernah suatu waktu ada siswa namanya Antonius kabubu dan dia tidak beragama islam sementara waktu itu ibuku lagi mengajar agama, nah anak itu terpaksa deh di usir keluar dari kelas (klau nggak salah waktu itu guru bp nya pak syamsu alam anaknya ibu djunaida. B.A )disamping itu aku adalah petani tulen 100 %, disamping ibuku ngajar sebagai honorer juga berkebun menanam jagung dan kacang tanah pada sebidang kebun yang ditinggalkan nenek kami. kami mempunyai 2 buah kebun yang ditanami jagung dan kacang pada musimnya, tergantung dengan kondisi hujan. setiap pagi aku berangkat sekolah

3. ahh….. lapar…. makan dulu