wah ini seh pengalaman puluhan tahun yang lalu…

ehhmm… waktu tahun 1997 – 98  karena bandel dan nakalnya aku hingga aku melarikan diri beneran dari kampus tercinta Pondok pesantren hidayatullah (tapi masih sering balik ke Gunung Tembak ). aku yang memang tidak punya tempat tinggal akhirnya terdampar di Karang  Jawa Ngekos dirumah Ibu Kasilah…

Ehhmm… tepatnya seh dah lupa RT-nya tapi pokoknya di karang jawa tentunya setelah karang bugis pas ada gapura gitu deh… tapi bukan di pasar karang jati tempat kostku sih masih ingat gitu… jalan utama masuk terus pas depan mesjid pertama sebelah kiri  terus di depan mesjid itu ada usaha pertukangan kayu… kemudian 500 Meter kedepan ada tikungan ke Kanan dan pada sisi kiri jalan ada mesjid lagi… hahahhahahaha peta harta karun nehhh……. g penting banget kaleeeeee…………. yach suka-suka gue dong… wong ini catatang wong gendheng kok…..

Terus posisi rumah kostku pas depan mesjid itu atau sebelah kanan jalan ada jalan semen tanjakan ke atas pas lewat samping tukang kayu itu.. hehheh mudah-mudahan tukang kayunya masih ada.. tapi setau aku cuma 1 kayaknya mesjid yang berhadapan langsung dengan tempat usaha kayu gitu kalau g salah tempat usaha kusen pintu dan jendela. teruss setelah nanjak ke atas ada jalan ke kiri dan ada juga jalan ke atas lagi nah pas simpang persimpangan antara belok kiri dan terus ke atas itulah rumah kostku. oh yachh tempat kostku itu hanya terdiri dari 2×3 M tanpa isi apa kecuali potongan-potongan poliwod atau tripleks yang aku ambil dari tempat kerja yang ku jadikan tempat tidur, terus kompor wajan 1 buah dan panci 1 buah gelas juga ada kayaknya 1 buah.

heemmm…terus cewek yang aku suka itu namanya anti atau yanti pas di bawah rumahku. oh yach pintu rumahku menghadap ke kebawah atau ke pintu depannya sementara rumahnya yanti menghadap ke jalan raya. yanti ini cantik sekali sangat cantik dan anggun (aku aja kali waktu itu kepedean suka ma cewek secantik itu). orangnya putih mulus dan menggunakan kacamata dengan tubuh yang langsing dan proporsional. kemudian wajahnya mulus tanpa jerawat sedikitpun tingginya kurang 160 cm. yanti ini sekolah di smu 3 di daerah kampung baru tengah kalau tidak salah seh. terus dia masih punya kakak lelaki 1 orang dan adek lelaki kecil 1 orang. jadi yanti ini anak tengah.

oh yach bapaknya kayaknya udah g kerja lagi kepalanya udah plontos habis dan hanya dirumah saja kalau tidak salah dengar katanya pensiunan pertamina, terus ibunya hanya dirumah saja menjaga bapaknya. kendaraan mereka Motor Kaze R keluaran kawasaki kakaknya yang cowok juga masih sekolah tapi kayaknya beda sekolah karena perginya jarang bareng. rumahnya memang besar tapi masih 1 lantai tapi panjang kebelakang dan kamar depan persis di depan kamar saya itulah kamarnya yanti jadi kalau dia matikan atau nyalakan lampu akan kelihatan dari jendelanya begitu juga kalau ada yang beraktifitas akan kelihatan juga karena ada bayang-bayang dibelakang gordennya.

seiring berjalannya waktu aku hanya cuma duduk termenung di depan pintu sambil tak henti memandang ke arah bawah kerumah yanti jaraknya seh mungkin 10 meter tapi dihalangi oleh jurang dan rawa. setiap hari aku melihat dia tertawa tersenyum dan juga dibalik matanya aku sering bertemu pandang aku g tau apa yang dia rasakan tapi yang jelas aku dan dia kadang betah duduk berjam-jam walaupun hanya saling menatap dari jauh  tanpa 1 patah kata pun yang pernah terucap, ada-ada saja aktifitas yang menarik perhatianku kadang dia berjalan begitu anggunnya ke sudut terasnya yang memang cukup luas sambil tersenyum dan mengambil kursi merahnya kemudian duduk menghadap ke pintu kamarku. hehehehehe (jangan2 aku aja neh yang kegeeran). tapi kayaknya aku tidak salah begitupun ketika dia mau tidur tak lupa sekedar membuka sedikit gorden jendela kamarnya hanya untuk melihat apakah aku masih duduk di depan pintuku. setelah lama dia membuka gorden jendelanya barulah dia kemudian menutup semuanya dan setelah itulah gelap semua ruangannya artinya dia telah tidur dan mematikan lampu kamarnya. kejadian ini terus berulang sampai suatu ketika aku nekat membeli kertas cewek yang wangi yang biasa jaman itu dipake nulis surat cinta hehehe. jatuh booo…… pokoknya kertas sama amplopnya sepasang n sangat wangi.

akhirnya kutulislah kata-kata (udah lupa kata-katanya…hhahaha) pokoknya intinya aku sangat mencintai dia, upss aku ingat yang aku bilang saat itu begini kayaknya….

“tak tahu lagi sudah berapa lembar kertas yang terpaksa harus menjadi penghuni tong sampah hanya karena aku tak yakin bahwa tulisan diatasnya bisa mewakili isi hatiku, semoga yang sampai ketanganmu inilah adalah kertas terbaik yang membawa tulisan terbaikku pula yang bisa mewakili isi hatiku”

heheheheeh.. cuma itu kata-katanya yang aku ingat..cara nyerahkannya pun susah banget g mungkin aku mau nitip sama orang lain bisa-bisa g sampai deh. akhirnya aku nekat untuk mengantarnya sendiri, suatu sore akhirnya aku berjalan ke belakang lewat samping kamarku terus berputar dan sampai kebawah kemudian surat itu aku kasih lewat celah pion pagar terasnya. dimana dia saat itu sebelumnya kami lagi asyik saling memandang dari jauh akhirnya aku nekat menyampaikan surat itu. ketika menyerahkan surat itu aku cuma bilang ini ada surat dari saya untuk kamu. tanpa sepatah katapun dari dia diterimanya surat entah tanpa ekspresi atau apapun itu namanya. heheheh yang jelas itulah pertama kali aku bisa dekat walaupun masih dibatasi oleh pagar teras dan nyerahkannyapun tak sampai 1 menit..

hhahahaaaaaaa…. kalau ingat jadi kecewa……kayaknya ini cinta pertama gue dehhh…….. tapi sayang tak kesampaian habis jatuh cinta juga masih umur jagung seh… kemudian hari-hari selanjutnya kami kembali keaktifitas seperti itu lagi hanya duduk termenung dan saling menatap jauh tanpa sepatah katapun. sering kami berjumpa di jalan ketika dia pulang sekolah tapi kami hanya cuek dan dan tidak saling bertegur sapa sedikitpun sebab memang orangnya sangat pendiam dan jarang bergaul. selama aku disana tidak pernah dia menerima tamu yang mungkin pacar dia ataukah temen-temen gaul dia saat itu. yanti memang lebih banyak dirumah pulang sekolah mandi makan kemudian duduk deh di teras rumah… hehehehe kayak nungguin suaminya aja pulang kerja😀

kemudian beberapa bulan kemudian karena pekerjaanku juga dah mau habis akhirnya aku diajak temen untuk pindah rumah ke daerah Gunung Polisi dan berakhir pulalah masa indahku terhadap yanti.

yang jelas aku cuma berharap semoga saat ini kamu sudah bisa sukses dan bahagia dengan suami kamu yang tentunya pasti cakep baik dan kaya. suatu saat nanti aku akan melihatmu lagi walaupun hanya dari jauh saja. ku kirim salam hangat buatmu yang disana, buat keluargamu dan siapa saja yang pernah mengenal aku di daerah karang jawa sana..

thanks juga buat keluarga ibu kasilah yang mau menyewakan gubuknya buat aku… thankss…