Berat tapi itu harus…Ikhlas dalam semua hal memberi mencintai menerima ataupun memiliki sebab kapan itu tidak bisa kita lakukan maka seluruh usaha kita akan sia-sia dan ujungnya sudah pasti bisa ditebak. yang ada hanyalah penyesalan, dendam, dengki, jengkel dan tentunya ingin memutar dunia kembali tempo dimana kita belum memberi, menerima, mencintai ataupun memiliki.

kali ini dan malam ini, aku mengajak hatiku untuk bisa pasrah dan mudah-mudahan bisa ikhlas. betapa sakitnya ketika menjadi orang yang dilupakan, betapa sakitnya ketika sepertinya usaha kita sia-sia dimata orang lain. ataupun betapa sakitnya hati ini ketika pekerjaan kita kembali dipertanyakan dan yang lebih sakit tentunya ketika merasa berjasa tapi jasa kita tidak dianggap oleh orang lain…..

pedih. perih, kesel, jengkel dan seribu macam perasaan…

tapi ketika raga ini bercapak-cakap kembali dengan peluh rasanya betapa kurang ajarnya mereka yang telah menikmati hasil usaha kita, yang mungkin kadang kita bilang seandainya tanpa saya kau adalah bukan siapa-siapa ?….

ehhm… sedikit mengambil kisah sedih saya tidak yakin bahwa Krisdayanti bisa setenar saat ini jika bukan anang yang menjadi suaminya, saya sungguh sangat sangsi dan ragu jika bukan karena taufiq kiemas megawati bisa sukses di dunia politik. dan tentunya saya juga akan ragu jika orang yang hebat tanpa di dampingi oleh orang-orang hebat.

Impossible  dan sungguh tidak mungkin, dimana ada pohon yang  menjulang tinggi maka disanalah akan dijumpai akar dan batang yang kuat. dan itu pasti..

tapi.. izinkanlah aku kali ini untuk berkeluh kesah sebelum semuanya aku sadari… dan rasanya aku tidak pengen untuk menyadari semuanya…

hati ini sakit dan penuh tanda tanya ?? haruskah kabar baik itu saya terima dari orang lain….? tidak pantaskah saya mendoakanmu dalam perjalananmu ?? ataupun tidak layakkah aku sekedar menerima sepatah dua patah kata bahwa saya harus pergi untuk sebuah tugas ???…

tidak pantas atau tidak patutkah saya untuk semua itu ?? ataukah memang saya sudah tidak penting lagi bagimu ?? ehhhm….. saya yakin ini alasan utama dan pertama ataukah saya yang terlalu sensitif ???? ataukah ………. ??????????????????

ahhh sudahlah.. aku sudah mengungkapkan uneg-unegkku apapun yang terjadi saya harus tetap berusaha untuk ikhlas dan tentunya satu catatan penting bahwa memberi, menerima mencintai dan memiliki harus dengan Ikhlas……. harus dan harus….

hhemm.. tapi betapa susahnya untuk semua itu.. teramat susah… ketika hasil keringat kita ternyata telah dinikmati orang lain sementara disatu sisi kita masih terpuruk dalam situasi yang tak menentu.. sementara disisi lain orang sudah bisa menikmati bahkan tertawa-tawa dengan riangnya.. saya tidak tau apakah mereka lupa atau memang sudah amnesia bahwa perjalanan menjadi seorang sukses itu tidak bisa sendirian. pasti ada sosok lain yang menopang semuanya.

ahh….. rasa ini semakin berkecamuk ketika saya mengingat tentang semuanya… rasa itu kembali muncul dan menghantui setiap langkahku walaupun kadang aku berusaha untuk tetap sabar…

jujur saya katakan bahwa hati ini sakit terluka dan berdarah, koyak oleh tingkah pongahmu. tapi sudahlah satu pesan moral buat semua dan juga aku tentunya dimasa mendatang ketika anda memberi sesuatu kepada orang lain sertai dengan niat bahwa semoga barang itu bermanfaat.

dan tentunya 1 hal yang paling utama adalah jangan terlalu sosialis…sok baik sok kaya dan seterusnya… sebab tidak menutup kemungkinan itu dijadikan orang lain sebagai celah buat kita.. rugi di diri kita pada akhirnya..

selain kita kehilangan harta juga kehilangan amal…. jadi mendingan pelit demi hal yang jauh lebih penting. ingat tidak semuanya pemberian penuh arti dan makna sebab ada orang yang diberi tapi sama sekali tidak pernah bisa menunjukkan terima kasihnya…

hheehehhe…….. udahlah… sekedar sharing dan pengalaman pahit dalam hidupku.. mudah-mudahan saya bisa ingat selamanya…